Tips Pengiriman Barang untuk Mendukung Kelancaran Operasional Bisnis
HarianJawa.com - Dalam kegiatan bisnis, distribusi barang menjadi salah satu
bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari operasional sehari-hari.
Produk, bahan baku, perlengkapan usaha, hingga barang untuk pelanggan harus
dapat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain dengan proses yang terencana.
Kesalahan dalam proses distribusi dapat menimbulkan berbagai
masalah, mulai dari keterlambatan barang, biaya tambahan, hingga terganggunya
aktivitas bisnis. Karena itu, pengiriman barang sebaiknya tidak hanya
dipertimbangkan dari sisi harga, tetapi juga dari jenis layanan, jangkauan,
sistem pemantauan, dan kemampuan penyedia jasa menangani kebutuhan bisnis.
Mengapa Pengiriman Barang Penting bagi Bisnis?
Bagi perusahaan yang memiliki aktivitas distribusi secara
rutin, kelancaran pengiriman dapat memengaruhi banyak bagian dalam operasional.
Keterlambatan bahan baku, misalnya, dapat menghambat proses
produksi. Sementara itu, keterlambatan produk kepada pelanggan dapat
memengaruhi jadwal penjualan maupun hubungan bisnis.
Karena alasan tersebut, perusahaan perlu memiliki sistem
distribusi yang sesuai dengan karakter barang dan kebutuhan operasionalnya.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengirim Barang
Menentukan Jenis dan Karakter Barang
Langkah pertama adalah mengetahui barang yang akan dikirim
secara detail. Informasi seperti berat, dimensi, jumlah, jenis kemasan, serta
karakter barang akan membantu menentukan metode pengiriman yang sesuai.
Barang berukuran besar tentu membutuhkan penanganan berbeda
dibandingkan paket berukuran kecil. Begitu pula dengan barang yang membutuhkan
perlakuan khusus selama perjalanan.
Memperhitungkan Jarak dan Rute
Jarak antara lokasi pengirim dan penerima juga perlu
diperhatikan. Pengiriman antarkota memiliki kebutuhan yang berbeda dengan
pengiriman antarpulau.
Rute yang tersedia dapat memengaruhi waktu perjalanan, moda
transportasi, serta biaya yang harus dipersiapkan oleh perusahaan.
Menyesuaikan Moda Transportasi
Tidak semua barang harus dikirim menggunakan metode yang
sama. Transportasi darat dapat menjadi pilihan untuk rute tertentu, sedangkan
pengiriman udara dapat dipertimbangkan ketika waktu menjadi faktor penting.
Untuk pengiriman dalam jumlah besar, penggunaan container
atau layanan cargo khusus juga dapat menjadi pilihan sesuai karakteristik
barang dan kebutuhan distribusi.
Pentingnya Sistem Tracking dalam Pengiriman
Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika memilih
layanan logistik adalah kemampuan untuk memantau perjalanan barang.
Tracking membantu perusahaan mengetahui perkembangan
pengiriman tanpa harus selalu menghubungi pihak penyedia layanan. Informasi
pada setiap tahapan perjalanan juga dapat membantu perusahaan memperkirakan
kapan barang akan tiba.
Untuk kebutuhan bisnis, sistem monitoring menjadi semakin
penting karena informasi status pengiriman dapat digunakan dalam pengaturan
stok, produksi, maupun jadwal penerimaan barang.
Dokumentasi Membantu Mengurangi Risiko
Selain tracking, dokumentasi juga memiliki peran penting
dalam proses distribusi.
Dokumentasi dapat mencakup informasi mengenai proses
pengambilan, perjalanan, hingga serah terima barang. Bukti penerimaan yang
jelas dapat membantu perusahaan ketika membutuhkan pencatatan internal atau
melakukan pengecekan terhadap suatu pengiriman.
Mitra Logistics, misalnya, menjelaskan bahwa proses
pengirimannya mencakup dokumentasi pada berbagai tahap serta Proof of Delivery
berupa foto, timestamp, dan tanda tangan penerima.
Dedicated PIC Mempermudah Komunikasi
Dalam pengiriman untuk kebutuhan bisnis, komunikasi yang
cepat dapat menjadi bagian penting dari pelayanan.
Perusahaan akan lebih mudah mendapatkan informasi apabila
memiliki kontak atau PIC yang memahami kebutuhan pengirimannya. Hal ini
terutama berguna ketika terdapat perubahan jadwal, kendala di perjalanan, atau
kebutuhan koordinasi tertentu.
Mitra Logistics mencantumkan konsep dedicated PIC yang
mendampingi pengiriman mulai dari proses pickup hingga barang diterima. Website
mereka juga menyebutkan adanya SLA respons maksimal lima menit untuk dedicated
support.
Jangan Hanya Membandingkan Harga
Harga memang menjadi salah satu faktor ketika perusahaan
memilih layanan logistik. Namun, biaya yang lebih rendah tidak selalu berarti
pilihan tersebut paling sesuai dengan kebutuhan operasional.
Perusahaan sebaiknya membandingkan beberapa aspek sekaligus,
seperti:
- Jenis
layanan yang tersedia.
- Jangkauan
pengiriman.
- Estimasi
waktu perjalanan.
- Sistem
tracking.
- Dokumentasi
pengiriman.
- Prosedur
penanganan barang.
- Kemudahan
komunikasi dengan pihak penyedia layanan.
- Ketentuan
mengenai klaim dan perlindungan barang.
Dengan mempertimbangkan beberapa faktor tersebut, perusahaan
dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap sebelum menentukan layanan.
Memilih Layanan Sesuai Skala Bisnis
Kebutuhan logistik setiap perusahaan tidak selalu sama.
Bisnis dengan pengiriman rutin dalam jumlah besar membutuhkan sistem yang
berbeda dibandingkan usaha yang hanya mengirim barang sesekali.
Untuk kebutuhan B2B, Mitra Logistics secara khusus
menyebutkan fokus pada pengiriman kargo dengan berat mulai 100 kg dan
menyediakan beberapa layanan, termasuk cargo darat, cargo udara, pengiriman
kendaraan, barang berat, container shipping, project cargo, pindahan, serta
storage.
Artinya, sebelum memilih penyedia layanan, perusahaan perlu
memastikan jenis layanan yang tersedia memang sesuai dengan volume dan karakter
pengirimannya.
Membuat Proses Pengiriman Lebih Terencana
Pengiriman yang terencana dapat membantu perusahaan
mengurangi risiko keterlambatan dan biaya yang tidak diperlukan.
Perencanaan dapat dimulai dengan menentukan jadwal,
memperkirakan volume barang, menyiapkan dokumen, memastikan kemasan sesuai,
serta memilih metode transportasi berdasarkan kebutuhan.
Untuk pengiriman rutin, perusahaan juga dapat membuat
standar operasional internal sehingga proses pemesanan dan koordinasi dapat
dilakukan secara lebih konsisten.
Kesimpulan
Pengiriman merupakan bagian penting dari rantai operasional
bisnis. Karena itu, pemilihan layanan logistik sebaiknya tidak hanya
berdasarkan harga, tetapi juga mempertimbangkan jangkauan, jenis transportasi,
tracking, dokumentasi, komunikasi, dan kemampuan menangani volume barang.
Dengan perencanaan yang baik dan pemilihan layanan yang sesuai, perusahaan dapat membuat proses distribusi lebih terstruktur serta memudahkan pemantauan barang sejak keberangkatan hingga diterima.
